Biru, Merah, dan Bau yang Tak Terlukiskan
Penyakit males berangkat kerja kambuh lagi. Selain enggan menghadapi gangguan—terutama para mandor yang hobi mengacaukan fokus, ada kekhawatiran dan ketakutan gak penting yang sulit dijelasin. Jadinya, aku baru berangkat agak siang setelah menghabiskan satu jam lebih berkeliling toko di kota.
Begitu sampai di gerbang kawasan industri, pandanganku tertahan di langit. Awannya cantik, biru cerah dengan tekstur yang memanjakan mata. Tapi aromanya, uuuuuh, bau pakan ayam dari pabrik sebelah beradu dengan asap knalpot dump truk. Faklah.
RIP hidung pesekkuu

Setelah jepret sana-sini, aku lanjut jalan. Masih ada 15 menit lagi sebelum sampai tujuan.
Pas mendekati lokasi, aku disuguhi pemandangan yang lebih asik. Formasi awannya makin apik, apalagi ditambah adanya cerobong asap bergaris merah yang bikin kontras warnanya jadi makin "masuk". Gak pikir panjang, cari posisi aman, yang sepi dari gangguan "Autobots" yang lewat, lalu...
Ckrek³!
Dapatlah foto ini, sukak! 🤩
Mood yang tadinya busuk mendadak segar. Yang awalnya lemas, jadi beringas.
Kampretnya, kalah main karambol sebelum pulang. Jongkok sampek kemeng.
