EXODUZ

Jeda di Warkop

Malam ini ngopi lagi.

Tapi malam ini cukup ditemani kopi susu. Tanpa sebotol air mineral seperti biasanya. Soalnya emang gak berniat lama-lama. Paling sekitar tiga jam. Ada kerjaan yang harus lanjut dicicil, biar besok siang sudah selesai. Jadi tiga batang rokok kretek dan secangkir kopi susu rasanya udah cukup.

Warkop gak terlalu ramai. Ada beberapa orang di meja lain, tapi semuanya sibuk dengan dunianya masing-masing. Ada yang ngobrol pelan, ada yang main slot ponsel, ada juga yang cuma duduk diam sambil menghabiskan kopi.

Aku mulai dengan kebiasaan yang sama seperti biasanya, scroll RSS feed.

Baca beberapa postingan blog terbaru. Lompat dari satu tulisan ke tulisan lain. Kadang dibaca sampai selesai, kadang berhenti di tengah jalan kalau rasanya sudah cukup.

Setelah itu ganti haluan. Buka manhwa S-Class Hunter Heals with Monsters yang baru kutemukan tadi siang. Bacaan yang ringan, gak perlu banyak berpikir. Cocok untuk menemani kopi yang masih panas dan rokok yang perlahan habis satu per satu.

Scroll. Baca. Scroll lagi.

Tahu-tahu waktu sudah hampir tiga jam.

Kopi sudah habis. Rokok tinggal sisa satu batang. Manhwa juga sudah sampai chapter terakhir yang tersedia. Aku pun memutuskan untuk pulang.

Pas mau bayar, pemilik warkop malah menyuruhku masuk sebentar ke bagian dapur. Tanpa banyak tanya aku ikut saja.

Di sana dia menyerahkan satu bungkusan plastik hitam. Gak perlu dibuka. Aku sudah tahu isinya apa.

Sarung.

Baru ingat kalau memang sudah jadi kebiasaannya setiap bulan Ramadhan. Dia sering memberikan sarung kepada pelanggan yang sering mampir. Tahun lalu juga begitu.

Hal kecil yang sebenarnya sederhana, tapi selalu terasa menyenangkan.

Pas mau pamit keluar, di dalam ada sales rokok yang kebetulan sedang mampir. Dia malah menyodorkan dua batang rokok. Katanya buat upah dokumentasi, seolah-olah aku membeli produknya. Aku iyakan saja. Toh rokok yang kubawa juga satu merek, cuma beda rasa.

Akhirnya aku bisa benar-benar pamit pulang.

Tiga jam di warkop lewat begitu saja. Kopi sudah habis, manhwa sudah selesai dibaca, dan rokok malah bertambah dua batang.

Sekarang waktunya kembali, melanjutkan kerjaan yang dari siang belum selesai, dan besok siang harus sudah beres.

#celoteh