EXODUZ

Lamaranku Gagal! Ajg!

Beberapa waktu yang lalu, aku memutuskan untuk melamar Adinda. Dia wanita yang mempesona, baik budi pekertinya, rajin menabung, dan gemar bersedekah. Kami sudah menjalin hubungan cukup lama, dan banyak momen indah yang terukir—baik dalam foto, di hati, maupun di jurnal kami masing-masing.

Sebelum lamaran, kami sudah melalui proses panjang untuk menentukan tanggal. Keluarga kami masih memegang erat budaya lama. Menghitung tanggal baik untuk lamaran dan pernikahan harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Jujur, aku tidak begitu paham kenapa masih dilakukan hingga sekarang, tapi aku tetap mengikuti, nguri-uri budoyo.

Namun, beberapa hari sebelum tanggal yang ditentukan, lamaran itu harus dibatalkan. Rasanya seperti pukulan telak. Semua persiapan sudah siap, tapi tiba-tiba semuanya runtuh. Seolah dunia ini ambruk sebelum waktunya, seakan bumi menabrak matahari. Aku terdiam, tenggelam dalam kegelapan dan keheningan.

Ternyata, kegagalan ini terjadi karena..... orang tua membangunkan aku untuk sholat subuh.

idiot!

Fig 1: Idiot detected – Pinterest

"Cok! Aku ditipu!"

Temanku terbahak-bahak melihat wajahku yang terkejut mendengar guyonan ra mutu itu. Rasanya ingin sekali kupukul dan kuludahi wajah tololnya itu. Tapi, sambil menahan kesal, aku hanya menyeruput kopi susu buatan Mbak Inem, lalu ku lepasakan tawa dan umpatan yang sedari tadi kutahan.


#koclok #omong-kosong