EXODUZ

Perseptif

whale

Sumber: Unsplash

Menjadi suatu hal yang mengherankan.
Dituntut menjadi sensitif, setelah sekian lama mengasingkan diri.
Bersunyi dalam keramaian, riuh dalam keheningan.
Dipaksa semesta tuk menjebol cangkangnya.

Hari-hari sepi biasanya, tiba-tiba berisik, sedikit mengusik.
Mana ada suara yang mampu menembus dalamnya lautan?

Namun, paus mendengar. Tercengang ia, mendengar bahana yang menggema.
Lama mencari, mencari dalam keheningan.
Lama mengolah ia pada enigma yang lirih,
mecoba tuk mendapatkan informasi, bukan ilusi.

Karena mana ada suara yang mampu menembus dalamnya lautan?

Butuh waktu lama, paus memecahkan kriptografi itu.
Ia buka Alan Turning yang mampu memecahkan sandi Nazi.
Pun Sherlock Holmes atau Hercule Poirot, yang lihai meramu deduksi.

Ia hanya seekor hewan, yang jarak matanya lebih jauh dari jarak Inggris ke Jerman.
Ia hanyalah hewan dengan otak yang bahkan tidak lebih besar daripada batu nisan.

Arsip, 22 Desember 2022

#sajak