Racauan Tengah Malam #3
Pada akhirnya, aku hanyalah seorang pengamat yang menetap di titik nol. Tanpa gerak, tanpa usaha. Aku hanya sanggup menyimak mu melalui pendar layar. Dan bajingannya, aku justru membiarkan diriku mematung, tak pernah lagi mencoba untuk mengetuk pintumu.
Hari ini, aku kembali membuka layar itu. Mencoba mengintip apa yang kamu sukai, atau mungkin mencari sesuatu yang barangkali ingin kau sampaikan dari kedalaman yang tak terucap.
"Jujur, aku udah lupa caranya suka orang itu gimana. Jadi sulit untuk menyukai seseorang lagi. Bingung, ini suka atau enggak?"
Begitu sulitkah? Atau kamu hanya sedang tersesat dalam labirin pengalaman masa lalu yang rata-rata berakhir pilu? Apa luka itu kembali berdenyut, sehingga menimbulkan trauma yang membuatmu enggan mencoba untuk kesekian kalinya?
Sialnya, aku bahkan tidak mampu membalas apa pun. Kita hanyalah dua manusia yang gagal bertemu, dipisahkan oleh dinding tak berwujud bernama jarak (atau mungkin ego).
Lalu, setelah ini apa? Apa yang harus kita lakukan? Atau lebih tepatnya, apa yang harus aku lakukan?