Sisa Asa Yang Menolak Hilang
Surga dan neraka,
Keduanya berputar,
Mengitari para pengelana yang lelah.
Aku terperosok terlalu dalam,
Enam kaki di kegelapan,
Berdiri di ujung harapan, membisu,
Di depan pintu neraka yang menyala.
Merah merekah,
Darah gelap mengucur,
Cakrawala tak menjelma,
Bulan pucat membisu, menahan pilu,
Semuanya melebur, jadi satu,
Akhir dari langit yang cerah.
Tubuhku menghitam diguyur hujan asam,
Menghujam, menghancurkan yang terpendam,
Hati menguning, jiwa tak bergeming,
Walau pandangan kabur,
Dan sebagian otak menjadi bubur.
Namun, ada asa yang tersisa,
Sepenggal damai, lembut dan sederhana,
Setitik keteguhan dan sepotong tenang,
yang menolak hilang, menolak binasa.
Surga dan neraka akan selalu berputar
Mengitari seluruh hamba yang terdampar.