EXODUZ

The Day After The Rain

Bangun kesiangan lagi. Kukira masih subuh, ternyata udah jam 8 🫣. Ada mendung dan hujan yang nutupin matahari, jadi gak bisa bangun dengan sendirinya. Sial. Dengan sigap aku bangun dan langsung mandi sebelum mulai hari, baru deh ngopi, hehehe.

Loh, gak kerja ta?

Sek bentar.

FYI, ngopi setelah sarapan itu ritual wajib sebelum kerja dan sebelum beol. Iya, aku susah beol kalau belum ngopi dan merokok. Di rumah cuma bisa ngopi, gak bisa merokok—kalo merokok di rumah siap-siap dicoret dari kartu keluarga. Lagian, kopi buatan sendiri gak seenak kopi buatan orang lain. Kata Ibuku, soalnya udah nyium aromanya pas bikin, jadi bikin eneg waktu nyeruputnya. Entah dapet teori darimana, tapi kayaknya masuk akal juga sih.

✦✦✦

Pas sampai di gerbang lokasi proyek, ternyata yang jaga adalah temenku. Dia adik kelas waktu SMP-SMA dulu. Aku baru tau sebulan lalu kalau dia kerja di sini, padahal dia udah setaun lebih jadi security. Kacau, wkwkwk. Aku sempatkan mampir sebentar di pos, ya untuk sapa-sapa dan ngobrol dikit.

Aku ingat, setelah lulus SMA dia kuliah di salah satu universitas swasta di Gresik. Jurus andalan basa-basi langsung aku keluarkan—tanya tentang kuliahnya. Penasaran sih, soalnya kerjaan sekarang jauh banget dari jurusan yang diambil dulu. Setahuku sih dia ambil manajemen, tapi sekarang kerja jadi security. Gak ada yang salah sih, cuma penyakit kepo ku lagi kumat aja, wkwkwk.

Singkatnya, dia drop out dari kuliahnya. Penyebabnya karena ambil cuti terlalu lama. Pas mau masuk lagi, harus bayar UKT untuk seluruh periode cuti sampai masuk ulang, jumlahnya fantastis banget, 27 juta! Edan! Setahuku, dulu kalau ambil cuti, UKT yang harus dibayar gak segitu besarnya.

Aku sendiri kuliah dua kali—pertama di Jogja (dan drop out juga wekwekwek), terus di Gresik yang kebetulan satu universitas dengan temenku ini. Cuma gak pernah ketemu, soalnya dia terakhir kuliah tahun 2019 akhir, sedangkan aku baru masuk pindah tahun 2021. Di Jogja dulu, temen yang ambil cuti cuma bayar SPP pokoknya aja1. Sementara di Gresik, setahuku cukup setengah dari UKT, dan kalau merasa keberatan bisa minta kompensasi untuk cicilan2. Bahkan pernah dipanggil sama Wakil Rektor, dia tawarkan bantuan maksimal 10 juta kalau memang kesulitan. Sayang, biaya yang tersisa masih terlalu besar, dan kampus gak bisa kasih keringanan lebih dari itu.

Akhirnya, berbekal ijazah SMA dan ilmu dari kampus, dia mulai kerja sebagai admin di sebuah perusahaan selama 2 tahun. Setelah punya uang, dia daftarkan diri untuk pelatihan satpam dan K3. Dan ya, sekarang dia di sini, jadi security di proyek tempat aku bekerja. Dia juga bilang, kalau ada kesempatan, dia mau kuliah lagi. Semoga apa dia inginkan bisa terwujud.


Footnotes

  1. SPP Pokok adalah biaya tetap yang harus dibayar setiap semesternya. SPP variabel adalah biaya yang dibebankan tergantung jumlah SKS yang diambil pada semester berjalan. Jadi pembayaran ”UKT” dilakukan 2 kali, sebelum kegiatan semester baru berlangsung dan sebelum UTS.

  2. Info dari temen yang pernah ambil cuti kuliah

#celoteh